ilustrasi matahari

Matahari Buatan Manusia

By | Update Terakhir : March 9, 2017

ilustrasi matahari

Matahari Buatan. Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G.

Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.

Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton.

Menurut perhitungan para ahli, temperatur di permukaan matahari sekitar 6.000 °C namun ada juga yang menyebutkan suhu permukaan sebesar 5.500 °C. Jenis batuan atau logam apapun yang ada di Bumi ini akan lebur pada suhu setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya yang diperkirakan tidak kurang dari 25 juta derajat Celsius namun disebutkan juga kalau suhu pada intinya 15 juta derajat Celsius.

Tapi tahukah kamu bahwa ada matahari buatan manusia? ya itu terjadi di China, China telah berhasil menciptakan Matahari buatan yang mampu mencapai suhu tertinggi hampir 50 juta derajat celcius, pengujian dilakukan pada bulan Januari 2016.

fusi nuklir

Image: fusi nuklir

Suhu tersebut diklaim tiga kali lebih panas dari suhu inti Matahari asli sekitar 15 juta derajat celcius. Hebatnya mereka mampu mempertahankan reaksi serta plasma yang diproduksi selama 102 detik. Proyek Matahari buatan ini dikerjakan oleh sejumlah ilmuwan di Hefei Institute of Physical Science of the Chinese Academy of Science.

“Matahari buatan dapat memberikan energi bersih tak terbatas melalui fusi termonuklir yang dikendalikan”. ujar Xu Jiannan peneliti dari China Academy of Engineering Physics. Berbeda dari biasanya, yang terlibat dalam pembelahan atom adalah menggunakan isotop uranium, tapi kali ini, ilmuwan China menggunakan dua inti atom atau lebih, sehingga mereka bertabrakan dan menghasilkan inti baru.

matahari buatan

Image: matahari buatan

Cahaya dan panas Matahari buatan berasal dari dua isotop radioactive hidrogen yaitu deuterium dan tritium yang akan melepaskan sejumlah besar energi selama proses fusi menjadi atom helium berlangsung. Proses itu terjadi di dalam reaktor, dikenal sebagai Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) yang terletak di Hefei, ibukota Provinsi Anhui, China timur.

uji coba matahari buatan

Image: uji coba matahari buatan

Sebagai perbandingan, suhu yang dicapai kira-kira setara dengan ledakan termonuklir skala menengah. Para ahli fisika China mampu melakukan ini dengan menggunakan medan magnet ultra-kuat yang terus menerus menghasilkan gas di dalam reaktor tokamak. Menariknya, hasil yang dicapai saat ini masih jauh dari target. Mereka ingin menyentuh angka 100 juta derajat celcius dan mampu bertahan hingga 1000 detik.

China berhasil menempatkan diri di puncak perlombaan dalam menghasilkan energi tak terbatas menggunakan reaksi fusi nuklir. Terobosan China itu menempatkan Negeri Tirai Bambu itu setara dengan kemampuan Uni Eropa, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang yang merupakan negara terdepan dalam teknologi fusi. Penelitian tim China itu dilaporkan akan dilakukan di beberapa negara lain seperti Brazil, Korea Selatan dan Kanada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.