fingerprint sensor

Kelemahan Menggunakan Sensor Fingerprint

By | Update Terakhir : March 31, 2017

fingerprint sensor

Fingerprint adalah salah satu tren di smartphone Android tahun ini adalah fitur sensor sidik jari yang memiliki fungsi utama sebagai alat autentikasi keamanan smartphone. Ada yang diletakkan di bagian belakang maupun di depan, jadi pengguna bisa dengan mudah menggunakan sidik jari mereka untuk membuka smartphone yang terkunci.

Logikanya hal ini akan menyulitkan orang lain yang ingin menyalahgunakan smartphone kita, karena hanya bisa dibuka dengan sidik jari yang telah didaftarkan. Namun, muncul pertanyaan, apakah alat sensor sidik jari tersebut benar-benar aman?

Mudah Diduplikasi

Video : Fingerprint

Baru-baru ini Vkansee, sebuah perusahaan biometrik asal Amerika Serikat, memamerkan bagaimana alat sensor sidik jari di smartphone sangat mudah untuk dibobol. Alat yang diperlukan adalah sebuah alat cetakan gigi untuk merekam sidik jari pengguna, serta malam (seperti mainan Play-Doh) yang digunakan untuk membuat cetakan. Cetakan yang terbuat dengan bantuan kedua alat tersebut kemudian ditempelkan di alat sensor jari.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh The Verge menggunakan alat dan metode tersebut, ternyata mereka sukses membuka kunci di iPhone 6 dan Galaxy S6 Edge. Cetakan yang terbuat dari mainan anak ternyata bisa digunakan untuk menduplikasi sidik jari manusia dengan mudah pada sebuah uji coba yang melibatkan pemilik sidik jari. Lalu apakah duplikasi sidik jari bisa dilakukan dengan metode lain?

Ya, duplikasi sidik jari ternyata tidak hanya bisa dilakukan dengan mencetak ulang sidik jari seseorang seperti cara di atas. Ada juga metode lain, seperti yang pernah dilakukan oleh peneliti keamanan bernama Starbug. Ia berhasil melakukan rekonstruksi ulang sidik jari milik menteri pertahanan Jerman dari sebuah foto beresolusi tinggi. Starbug kemudian menantang pemerintah Jerman, bahwa ia bisa membuka smartphone milik menteri pertahanan Jerman dari sidik jari tersebut.

Kedua cara tersebut mungkin membuat kamu meragukan keamanan sensor sidik jari yang terdapat di smartphone. Apalagi alat sensor sidik jari menyimpan datanya di smartphone pengguna dan hanya bisa dibuka menggunakan sidik jari yang telah terdaftar. Selain itu, kamu juga tidak bisa mengubah sidik jari kamu. Artinya apabila sidik jari kamu telah dicuri, si pencuri bisa memiliki akses seumur hidup terhadap keamanan kamu.

Beda halnya dengan keamanan menggunakan kode sandi yang bisa kamu ubah kapan saja. Walaupun memakan waktu yang sedikit lebih lama untuk membuka smartphone, kamu dapat mengubah-ubahnya kapanpun sesuai kebutuhan.

Demikanlah ulasan mengenai kelemahan menggunakan sensor “fingerprint” pada smartphone. Kasus pencurian smartphone dengan menduplikasi sidik jari pemilik memang belum banyak terjadi, namun kita harus tetap waspada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.