asgardia

Asgardia, Negara Pertama Yang Dibangun di Luar Angkasa

By | Update Terakhir : March 9, 2017

asgardia

Asgardia Bagi Anda penggemar film Star Trek mungkin tak akan asing dengan Yorktown, sebuah stasiun luar angkasa raksasa yang dihuni berbagai ras alien anggota United Federation of Planets. Dan baru-baru ini, sebuah konsep yang mirip Yorktown dengan nama Asgardia direncanakan untuk segera dibangun dan akan menjadi negara pertama yang berlokasi di luar angkasa

Pemimpin proyek Asgardia mengatakan bahwa nantinya Asgardia akan menjadi negara sendiri yang berbasis di luar angkasa. Direncanakan pula satelit pertama Argardia akan diluncurkan pada tahun 2017 dan di masa depan akan mampu menampung hingga 150 juta manusia untuk tinggal dan bekerja di luar angkasa.

Menurut Igor Ashurbeyli, ilmuwan asal Rusia yang pemimpin tim proyek Asgardia yang juga pendirinya, orang-orang di Bumi sekarang sudah dapat mengajukan diri untuk dipilih sebagai salah satu dari 100.000 warga pertama melalui situs web resmi Asgardia yang beralamat di asgardia space.

Rencananya Asgardia akan menjadi sebuah negara pertama yang tidak berada di permukaan Bumi, melainkan di luar angkasa, atau tepatnya di orbit rendah Bumi. Tim proyek Asgardia mengatakan mereka membutuhkan setidaknya puluhan ribu “warga negara” sebelum mereka secara resmi diakui sebagai negara oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Untuk menjadi warga Asgardia, cara sederhana saat ini yang dilakukan adalah mendaftar online tapi sampai modul ruang angkasa tempat tinggal yang layak menjadi tersedia, penduduk Asgardia akan tetap tinggal di bumi. Saat ini, sudah tercatat sebanyak 1.400 Asgardians pada data pendaftaran dan ada harapan bahwa angka itu akan dapat mencapai 100.000 dimana diberlakukan bagi yang masih usia muda juga diperbolehkan untuk mendaftar dan bergabung menjadi warga negara Asgardia.

asgardia

Image: asgardia

Menurut situs web resmi Asgardia, tidak ada biaya yang dimintai setiap orang di Bumi yang ingin mengganti kewarganegaraannya menjadi warga negara Asgardia. Asgardia mengklaim sebagai prototipe masyarakat yang bebas dan tidak terikat, yang menjunjung tinggi pengetahuan, kecerdasan, ilmu sebagai inti. Juga mengakui nilai luhur dari setiap manusia.

Juru bicara proyek Asgardia, Timothy Wild menolak mengungkapkan berapa jumlah peneliti dan pakar yang terlibat dalam proyek ini, namun dia memastikan misi ini bukan main-main ataupun omong kosong belaka.

Sebagai sebuah entitas negara, Asgardia juga sedang mencari ide dan masukan untuk bendera, lambang negara sampai lagu kebangsaannya. “Asgardia melayani seluruh umat manusia yang ingin terlepas dari kesejahteraan pribadi dan kemakmuran negara di mana mereka dilahirkan”, ujar Ashurbeyli.

Ketua Komite Ilmu Antariksa UNESCO itu menyatakan, manusia yang ingin berpindah ke Asgardia, punya misi khusus yakni mendorong perdamaian dunia, dan melindungi Bumi dari asteroid ‘nakal’ serta puing-puing di luar angkasa. Menanggapi ambisi tersebut, pakar luar angkasa, Joanne Irene Gabrynowicz berpendapat, tidak mudah untuk Asgardia bakal diakui sebagai sebuah negara.

“Di bawah hukum internasional, ada kriteria khusus untuk suatu entitas untuk diakui sebagai sebuah bangsa. Yakni harus memiliki wilayah dan populasi, dan diakui sebagai bangsa oleh bangsa lain. Hanya menyatakan bahwa bangsa ada itu tidak cukup,” katanya.

Diketahui untuk konteks antariksa selama ini ada traktat yang menegaskan tidak boleh entitas negara mana pun yang bisa mengklaim wilayah di antariksa. Profesor Sa’id Mosteshar, Director dari London Institute of Space Policy and Law juga ragu bahwa Asgardia akan diakui sebagai negara di bawah peraturan internasional.

Demikianlah ulasan mengenai Asgardia yang akan menjadi sebuah negara pertama di luar angkasa. jika Asgardia akan benar-benar terealisasi, maka akan menjadi sebuah loncatan besar bagi manusia. Selain ada yang tinggal di Bumi, manusia di masa depan nantinya juga akan ada yang tinggal di luar angkasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.